وَبِٱلۡحَقِّ أَنزَلۡنَـٰهُ وَبِٱلۡحَقِّ نَزَلَ ۗ وَمَآ أَرۡسَلۡنَـٰكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Dan dengan cara yang sungguh layak serta berhikmat, Kami turunkan Al-Quran, dan dengan meliputi segala kebenaran ia diturunkan; dan tiadalah Kami mengutusmu (wahai Muhammad) melainkan sebagai pembawa berita gembira (bagi orang-orang yang beriman) dan pembawa amaran (kepada orang-orang yang ingkar).
وَقُرۡءَانًا فَرَقۡنَـٰهُ لِتَقۡرَأَهُ ۥ عَلَى ٱلنَّاسِ عَلَىٰ مُكۡثٍ وَنَزَّلۡنَـٰهُ تَنزِيلاً
Dan Al-Quran itu Kami bahagi-bahagikan supaya engkau membacakannya kepada manusia dengan lambat tenang; dan Kami menurunkannya beransur-ansur.
Antara uraian Al-Israa : 105-106
Dua ayat ini berbincang mengenai kelebihan Al-Quran dan tugas baginda rasul. Al-Quran diturunkan kepada baginda sebagai panduan dakwah juga kehidupan untuk baginda dan umatnya, Al-Quran berisi segala kebenaran yang tidak mungkin boleh ditentang, walaupun satu ayat, bahkan satu hurufnya. Kata "Nazal" dan "Haqq" disebut dua kali, sebagai penguatan keyakinan akan kebenaran Al-Quran.
Sedangkan tugas baginda hanya menyampaikan kebenaran itu, Al Quran sebagai berita baik, untuk orang-orang yang taat mengikutinya, dan sebagai ancaman untuk yang mengingkarinya.
Ayat berikutnya menyebutkan bahawa Al-Quran diturunkan pada masa yang terpisah-pisah, maksudnya bertahap-tahap selama lebih 22 tahun, bukan sekaligus satu mushaf, seperti kitab-kitab sebelumnya. Ini antara yang membedakan dan memberi kelebihan pada Al-Quran, dibanding kitab sebelumnya.
Disebutkan juga di sini, diturunkannya Al-Quran secara bertahap adalah untuk memudahkan baginda menyampaikan risalah, memudahkan umatnya memahami dan mengamalkan isi risalah tersebut. Juga agar Al-Quran atau ayat tersebut lebih terserap atau meresap di hati umatnya.
Catatan :
Silakan perhatikan penggunaan kalimat "Nazzala"(double Z), biasanya digunakan untuk makna bahwasanya Al-Quran itu diturunkan secara bertahap.Lain jika menggunakan kata "Nazala atau Anzala" (single Z), maka biasanya digunakan untuk maksud Al-Quran diturunkan secara keseluruhan.
Wallahu a'lam
M Zuhal A Lathif(alumni qudsiyyah 1990,dosen alzuhri institute singapore & director al amanah, singapore)
Floral Spring @ Yishun
Singapore, 09 Julai 201
0 komentar:
Posting Komentar